Saab Shares Story

saab shares

Sudah 10 tahun  berjalan bukanlah waktu sebentar dan mudah bagi Saab Shares. Jatuh-bangun sudah dilalui. Namun, semua itu seperti tak ada apa-apanya ketika kini melihat dan mendengar cerita anak-anak dan ibu-ibu dampingan Saab Shares menjadi orang-orang yang sukses dan hebat. Sukses dan hebat di sini bukan hanya dalam pengertian angka-angka yang dapat dihitung, tapi lebih dari itu ketika mereka memiliki karakter yang baik, memiliki kepedulian, dan empati untuk membantu dan membahagiakan orang lain. Hal itulah yang membanggakan bagi Saab Shares.

Suatu hari, Arsella dan Mira, murid di Rumah Belajar Saab Shares bertemu seorang kakek yang sedang duduk sendirian di jalanan. Kondisinya sangat memprihatinkan, ia terlihat lemas. Ketika Mira dan Arsella melihat kondisi sang kakek,  muncul rasa  tidak tega dan sedih. Mira dan Arsella lalu berinisiatif mengumpulkan uang jajan mereka yang seadanya, dan membelikan makanan untuk kakek tersebut. Bahkan dengan kondisi mereka yang masih sangat terbatas, kedua anak ini rela menggunakan uang jajannya untuk membantu orang yang membutuhkan. 

Sikap baik itulah yang membanggakan bagi Saab Shares. Bangga saat murid berprestasi, tapi lebih bangga lagi saat murid mereka memiliki karakter dan empati yang baik. Ini salah satu buah dari Kelas Karakter yang diajarkan di Rumah Belajar Saab Shares. Setelah kejadian itu, Sabrina dan Elena memberikan hadiah khusus sebagai apresiasi dan tanda terima kasih kepada Mira dan Arsella atas aksi mereka yang sangat inspiratif.

Pernah juga murid-murid Saab Shares  membuka celengan bersama mereka untuk membeli kebutuhan para lansia (orang lanjut usia) yang hidup sebatang kara. Mereka lalu membagikan kebutuhan untuk opa dan oma dari rumah ke rumah. 

About Humanity

Hal yang sama juga terjadi ketika gempa bumi meluluhlantahkan Lombok, Nusa Tenggara Barat, 5 Agustus 2018 lalu. Waktu itu, relawan pengajar menayangkan video bencana di Lombok kepada murid RB Saab Shares Jakarta. Setelah menonton, relawan pengajar  bertanya, “Apa ada yang mau turun tangan untuk menyumbang anak-anak di Lombok yang menjadi korban?” Dan semua murid angkat tangan. 

Lagi-lagi  niat baik anak-anak itu membanggakan. Mereka sendiri berasal dari keluarga pra-sejahtera yang juga kekurangan, tapi tetap mau membantu. Di luar dugaan, keesokan harinya, anak-anak membawa dan mengumpulkan alat tulis, crayon, bahkan tas sekolah 
yang masih baru, yang sebelumnya mereka dapatkan sebagai hadiah dari Rumah Belajar. Tas itu masih baru karena mereka belum menggunakannya. Sayang, katanya. Dan sekarang, tas kesayangan itu rela mereka berikan untuk membantu anak-anak korban gempa di Lombok.

Sungguh membanggakan dan mengharukan. Nilai yang selama ini selalu ditanamkan, “Dalam kondisi apapun, kita harus peduli dan membantu orang yang lebih membutuhkan dari kita, tanpa memandang suku atau agama apapun,” ternyata membekas di sanubari mereka. 

Salah satu kisah yang juga mengharukan bagi Sabrina  ketika salah satu anak penerima beasiswa pendidikan mengirim surat kepada Saab Shares. Anak berprestasi ini diterima kuliah di Institut Teknolgi Bandung (ITB), namun 

saab shares
About Humanity

ia terancam tidak dapat melanjutkan pendidikan karena keterbatasan kondisi ekonomi keluarganya. Saat itu, Saab Shares masih baru berdiri. Belum ada donatur. Sabrina sebagai pendiri, yang saat itu masih berstatus pelajar SMA juga tak memiliki dana. Tapi ia tak ingin melihat masa depan anak berprestasi ini berhenti karena masalah uang. Ia pun mengambil langkah cepat dengan menjual lukisan favoritnya yang ia lukis, di media sosial. Meski ini langkah berat, tapi Sabrina yakin harus melakukannya, demi menyelamatkan masa depan salah satu generasi bangsa. Beruntung, lukisan itu terjual dan dapat membiayai uang masuk kuliah anak tersebut. 

Kini, anak tersebut sudah lulus kuliah dan bekerja di salah satu perusahaan ternama.  Setelah lulus di tahun 2019, ia mengirim surat kepada Sabrina, “Kak, terima kasih banyak ya Kak, untuk semua bantuannya selama ini. Berkat Kakak, saya berhasil lulus kuliah dan bisa kerja di perusahaan besar. Dulu, bahkan saya tidak pernah berani bermimpi untuk bisa kerja di tempat seperti ini. Sekarang saya akhirnya punya penghasilan dan bisa menguliahkan Adik saya, juga membahagiakan Ibu saya. Kak, tolong doakan supaya saya bisa jadi orang yang berhasil ya Kak, saya berharap bisa membantu dan membagikan kebaikan Kakak untuk lebih banyak orang.” Membaca ini, Sabrina merasa terharu dan bahagia tiada tara. Ia tak menyangka lukisan favoritnya dapat menjadi jembatan bagi pencapaian cita-cita salah satu generasi bangsa Indonesia.

saab shares

Tak hanya pada anak murid binaan Saab Shares, ibu-ibu yang dulunya kesulitan secara finansial untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, kini telah mendapatkan sumber penghasilan yang berkelanjutan melalui program Saab Shares. Tak berhenti di mereka, ibu-ibu yang telah menikmati hasil,  kini melanjutkan kebaikan yang sama dengan membimbing Ibu lain agar lebih banyak ibu yang hidupnya berubah jadi lebih baik. Mereka tidak hanya meningkatkan standar hidup keluarga mereka sendiri,  tetapi juga berhasil membiayai anak-anak mereka untuk mengejar pendidikan tinggi. 

Dengan berurai air mata, ibu-ibu itu bercerita, kini bukan saja dia lebih dihargai oleh suami  dan anaknya, tapi keberdayaan mereka telah  menjadi pahlawan keluarga. Mereka akhirnya bisa merasakan rasa bangga. 

Rasa bangga pada diri sendiri. Air mata bahagia itu, menjadi air mata yang membahagiakan juga bagi Saab Shares.

BERITA DAN MEDIA